SELAMAT DATANG

bagi para pengunjung

Rabu, 14 November 2012

Mahasiswa UNY Buat Permen Antioksidan Dari Alpukat

Didalam buah buah alpukat terdapat kandungan zat-zat yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Alpukat yang masuk dalam keluarga Lauraceae ini, fungsinya tak sekadar sebagai pengenyang perut karena kandungan lemak tak jenuhnya, tetapi juga sebagai antioksidan yang baik.

Buah berbentuk oval ini juga mengandung vitamin E dan A dalam jumlah besar. alpukat juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan kandungan flavonoid dan tanin. Dengan kadar yang besar, alpukat dapat diandalkan sebagai penetral radikal  bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.

Pada umumnya buah alpukat hanya dikonsumsi sebagai campuran dari minuman atau diolah menjadi kosmetik, padahal ada nilai lebih jika diolah lagi menjadi suatu produk makanan yang bisa dikonsumsi orang dimananpun mereka berada. Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya menjadi permen.
Hal diatas yang mendasari dua mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY yaitu Fransiscus Iwan Susilo dan Niken Istikhari Muslihah untuk melakukan penelitian dengan judul  Ekstrak Etanol Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Sebagai Bahan Dasar.

Iwan mengatakan, untuk pembuatan ekstrak etanol buah alpukat yaitu buah alpukat sebanyak 500 gram diblender hingga lembut kemudian ditambah dengan 1 liter etanol dan mengaduk hingga homogen. Campuran tersebut didiamkan selama 4 hari dan mengambil filtratnya. Filtrat dienapkan selama 1 hari dan menguapkan pelarut dengan menggunakan vacuum rotary evaporator. Ekstrak yang diperoleh dibuat variasi konsentrasi dengan pelarut akuades yaitu sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100%. Variasi konsentrasi tersebut diuji kadar antioksidannya.

“Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan yaitu kandungan antioksidan pada ekstrak etanol buah alpukat adalah pada sampel A (konsentrasi 25%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 8,63165%. Pada sampel B (konsentrasi 50%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 10,93345%. Pada sampel C (konsentrasi 75%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 12,9795%. Pada sampel D (konsentrasi 100%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 14,13035%,” lanjutnya.

Anggota tim, Niken menjelaskan, proses pembuatan permen antioksidan dilakukan dengan cara yaitu  200 mL ekstrak etanol dimasak hingga mendidih dan kemudian ditambah dengan 50 mL air untuk menghilangkan etanol yang masih tertinggal di dalam ekstrak tersebut. Kemudian ditambahkan dengan 100 g gula dan 0,75 g glukosa. Dalam proses ini, dilakukan pengadukan hingga mengental setelah mengental, adonan permen ditambahkan dengan 5 tetes essen, kemudian dicetak. (uny.ac.id/ humasristek)

Selasa, 13 November 2012

PELUANG USAHA RACIKAN JAMU TRADISIONAL

Bagi masyarakat Indonesia, racikan jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya. Jika awalnya jamu tradisional hanya dijadikan sebagai ramuan obat, sekarang ini minuman tersebut telah diangkat kembali sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan omset besar bagi para pelakunya. Anda tertarik mencobanya?

Mengangkat kembali jamu tradisional menjadi minuman modern ternyata bisa memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha. Sensasi kelezatan dan khasiat jamu tradisional khas Indonesia sampai saat ini masih sangat diminati masyarakat luas, sehingga peluang pasarnya pun semakin hari makin bersinar cerah. 

Konsumen 
Minuman tradisional ini disukai masyarakat dari kalangan bawah hingga masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya mereka memilih jamu tradisional sebagai minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya yang lezat, minuman tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen. Bahkan minuman tradisional ini aman dikonsumsi anak-anak, remaja, orang tua hingga lanjut usia. 

Info Bisnis 
Usaha minuman jamu tradisional belakangan ini memang semakin diminati pasar. Beberapa jenis jamu yang sering ditawarkan kepada konsumen antara lain kunir asem (kunyit asam), beras kencur, temulawak, wedang jahe, atau racikan wedang uwuh yang berisi aneka macam rempah khas Indonesia. Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar, sebagian pelaku usaha mulai berinovasi mengemas jamu tradisional dengan kemasan modern, seperti konsep yang diangkat Priyantoro warga Yogyakarta yang mengemas jamu menjadi soft drink, atau strategi Retnosyari Septiani yang mengemas wedang uwuh dengan tampilan yang lebih menarik.
Nah, sebelum menekuni bisnis jamu tradisional kaya manfaat peluangnya melesat hebat. Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, antara lain sebagai berikut :
  1. Hal yang paling penting adalah kemampuan Anda dalam meracik ramuan jamu. Sebisa mungkin tingkatkan pengetahuan dan pemahaman Anda mengenai aneka jamu tradisional beserta khasiatnya.
  2. Persiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi usaha, peralatan produksi, dan kemasan yang akan digunakan.
  3. Ciptakan inovasi baru untuk meningkatkan nilai jual jamu. Misalnya saja membuat jamu instan, mengemas jamu menjadi minuman soft drink, atau bisa juga menambahkan aneka macam toping yang sesuai.
  4. Berikut ini kami lampirkan salah satu cara sederhana untuk memproduksi jamu kunyit asam (kunir asem).
Cara Membuat Jamu Kunir Asem 

Bahan :
  • 1/2 Kg Kunyit
  • 1/4 Gula jawa
  • 1/2 Kg asam jawa
  • 2 Liter Air
  • Sepucuk Sendok teh garam
Cara Membuat :
  1. Bersihkan kunyit lalu diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil sari/airnya.
  2. Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil di aduk-aduk).
  3. Bila telah mendidih, angkat dan dinginkan.
  4. Jamu kunyit asem siap untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.

kunyit asem Kelebihan Bisnis
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.

Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.

Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.

Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi. 

Strategi Pemasaran 

Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba). 

Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Sewa tempat di depan minimarket (per bulan)      Rp   500.000,00
Membuat both jamu                                Rp 2.500.000,00
Pendaftaran produk ke BPOM                       Rp 1.000.000,00
Blender dan termos es batu                       Rp 1.000.000,00
Peralatan masak (kompor, panci, dll)             Rp   800.000,00
Banner menu dan merek produk                     Rp   500.000,00+
Total                                            Rp 6.300.000,00

Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
Both : 1/60 x Rp 2.500.000,00                    Rp  41.700,00
Blender dan termos es : 1/36 x Rp 1.000.000,00   Rp  27.800,00
Peralatan masak : 1/36 x Rp 800.000,00           Rp  22.300,00
Banner : 1/24 x Rp 500.000,00                    Rp  20.800,00+
Total                                            Rp 112.600,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku (jahe, temulawak, kunyit, asem, gula) Rp 6.000.000,00
Kemasan cup plastik dan sedotan                  Rp 1.500.000,00
Biaya sewa tempat                                Rp   500.000,00
Gaji satu orang pegawai                          Rp   800.000,00
Biaya listrik dan transport                      Rp   500.000,00
Biaya penyusutan alat                            Rp   112.600,00+
Total                                            Rp 9.412.600,00

Omset per bulan
Harga jual jamu tradisional @ Rp 5.000,00/cup.
Pendapatan rata-rata per bulan :
@ Rp 5.000,00 x 75 cup x 30 hari                 Rp 11.250.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 11.250.000,00 - Rp 9.412.600,00         =     Rp 1.837.400,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)       =     3,5 bulan

Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!




sumber

ANALISA BISNIS BIOFARMAKA


ANALISA BISNIS BIOFARMAKA
Produksi Simplisia berbasis tanaman obat lokal

Usaha pembuatan simplisia dilakukan dengan kapasitas produksi 1000 kg bahan segar /bulan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam bentuk kemasan plastik 1 kg kedap udara untuk konsumsi rumah tangga dan kemasan 10 kg untuk konsumsi Industri Obat Tradisional (IOT) dan Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT). Berdasarkan perhitungan adanya penyusutan bahan menjadi simplisia maka 1 bulan akan mendapatkan 300 kg bahan kering. Harga jual produk simplisia jahe Rp. 12.500 per kg, kencur dan temulawak Rp. 25.000, purwoceng direncanakan Rp. 50.000 per kg
Biaya investasi
No
Investasi
Biaya

Sewa lahan untuk 5 tahun
10.000.000

Mesin Pengering multiguna
31.500.000

Timbangan digital
3.000.000

Timbangan besar 100kg
1.000.000

Automatic vacuum packager
30.000.000
Total Biaya
72.790.000
Total investasi untuk 5 tahun                    Rp. 72.790.000
Biaya operasional tiap bulan

Biaya tetap

Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 72.790.000 : 60                    Rp. 1.213.166
Biaya variable

No
Investasi
Biaya

Temulawak segar 1000kg @Rp.1.800
1.800.000

Jahe segar 1000kg @Rp.5000
5.000.000

Kencur 1000kg @Rp. 2000
2.000.000

Purwoceng 1000kg @15.000
1.500.000

Biaya listrik
500.000

Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
1.200.000

Biaya kemasan plastik 1 kg, 10 kg dan label 1000 @500
500.000
Total Biaya
12.500.000
Total biaya operasional per bulan        Rp. 13.713.166
Hasil Produksi

Hasil produksi    simplisia     = jumlah bahan baku yang mengalami penyusutan x hasil
= 150 kg x 1 kg kemasan plastik
= 150 kemasan (@1kg)
Hasil produksi    simplisia     = jumlah bahan baku yang mengalami penyusutan x hasil
= 150 kg x per 10 kg kemasan plastiK
= 15 kemasan
Penerimaan

Penerimaan kotor simplisia jahe     = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg)            = 150 kemasan x Rp.12.500
= Rp.1.875.000
Penerimaan kotor simplisia jahe     = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg)            = 15 kemasan x Rp.125.000
= Rp.1.875.000
Penerimaan kotor simplisia temulawak    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg)             = 150 x Rp.25.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia temulawak    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg)            = 15 x Rp..250.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia kunir    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg)            = 150 x Rp.25.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia kunir    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg)             = 15 x Rp..250.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia purwoceng    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg            = 150 x Rp.50.000
= Rp. 7.500.000
Penerimaan kotor simplisia purwoceng    = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg)            = 15 x Rp. 500.000
= Rp. 7.500.000
Keuntungan per bulan

Keuntungan         = penerimaan – ongkos produksi
    = Rp 33.750.000 – 13.713.166
    = Rp. 20.036.834
Pay back period

PBP             = total investasi : keuntungan
        = 72.790.000 : 20.036.834
        =3,6 bulan
Produksi Jamu dengan Teknologi Kapsulasi dan Tableting

Usaha pembuatan jamu dilakukan dengan kapasitas produksi 10.000 kapsul/bulan dan 10.000 tablet/bulan. Bahan yang digunakan adalah purwoceng, keladi tikus, pegagan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan botol dengan isi 15 kapsul/botol. Produksi per bulan 666 botol. Harga jual produk kapsul 40.000/botol dan tablet direncanakan Rp. 60.000 per botol.
Biaya investasi
No
Investasi
Biaya

Sewa lahan untuk 5 tahun
10.000.000

Tablet presses
100.000.000

Dry granulator
40.000.000

Hardness dan diameter tablet tester
150.000.000

Tapped density
99.000.000

Friability tester
55.000.000

Dissolution tester
260.000.000

Disintegration tester
145.000.000

Coating pan
30.000.000

Genset
75.000.000

AC
4.000.000

Mesin cetak tablet single punch
40.000.000

Rotary evaporator
50.000.000
Total Biaya
72.790.000
Total investasi untuk 5 tahun                    Rp. 608.000.000
Biaya operasional tiap bulan

Biaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 608.000.000 : 60                    Rp. 10.330.000
Biaya variable
No
Investasi
Biaya

Purwoceng ekstrak 100kg @Rp.60.000
6.000.000

Buah naga ekstrak 100Kg@30.000
3.000.000

Pegagan ekstrak 100kg@10.000
1.000.000

Amprotab 10 kg@50.000
500.000

Avicel 10kg@50.000
500.000

Amilum50 kg@5.000
250.000

Laktosa 50kg@3.000
150.000

Biaya listrik
1.000.000

Upah tenaga kerja 7 orang @Rp.600.000/bln
42.000.000

Botol kosong dan label 100 buah@1000
100.000

Cangkang kapsul 10.000buah
400.000
Total Biaya
54.900.000
Total biaya operasional per bulan        Rp.65.230.000
Hasil Produksi
Hasil produksi    kapsul    = bahan baku x perkiraan hasil
    = 10.000 kapsul x 15/botol
    = 666 botol x 3 bahan
= 1999 botol
Hasil produksi    tablet    = bahan baku x perkiraan hasil
    = 10.000 kapsul x 20/botol
    = 666 botol x 3 bahan
= 1999 botol
Penerimaan
Penerimaan kotor kapsul= hasil produksi x nilai jual
    = 1999x Rp.40.000
= Rp.79.960.000
Penerimaan kotor tablet= hasil produksi x nilai jual
     = 1999xp.60.000
= Rp. 119.940.000
Keuntungan per bulan

Keuntungan         = penerimaan – ongkos produksi
    = Rp 199.900.000 – 65.230.000
    = Rp. 134.670.000
Pay back period

PBP             = total investasi : keuntungan
        = 608.000.000 : 134.670.000
        = 4,5 bulan
Produksi Sabun dan Lilin Aromaterapi

Usaha pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dilakukan dengan kapasitas produksi masing-masing 500 buah/hari. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan dan lilin dalam botol kaca. Produksi per bulan masing-masing 1500 buah. Harga jual produk direncanakan Rp 3000/buah untuk sabun dan lilin 2500/buah.
Biaya investasi

No
Investasi
Biaya

Sewa lahan untuk 5 tahun
5.000.000

Destilator
20.000.000

Timbangan
4.000.000
Total Biaya
29.000.000
Total investasi untuk 5 tahun                    Rp. 29.000.000
Biaya operasional tiap bulan

Biaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 29.000.000 : 60                    Rp. 483.333
Biaya variable
No
Investasi
Biaya

Bunga melati 20kg @50.000
1.000.000

Bunga cengkeh 10 kg @80.000
800.000

Sereh 15 kg @10.000
150.000

Daun jeruk 15 kg @8000
120.000

Pencetak lilin 2000buah
4.000.000

Kemasan sabun 2000 buah
750.000

Surfaktan
500.000

Larutan caustik soda
700.000

Susu murni
600.000

Minyak kelapa
300.000

Lemak sapi cair
400.000

Parafin wax
500.000

Glitter wax
300.000

Pewarna
100.000

Kertas label
1.000.000

Botol kaca
1.500.000

Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
1.200.000

Biaya kemasan plastik 1 kg dan label 1000 @500
500.000
Total Biaya
14.420.000
Total biaya operasional per bulan        Rp. 14.903.333
Hasil Produksi

Hasil produksi    lilin    = 2000 botol kaca
Hasil produksi    sabun    = 2000 buah
Penerimaan

Penerimaan kotor lilin = hasil produksi x nilai jual
    = 2000x Rp.3.500
= Rp. 7.000.000
Penerimaan kotor sabun = hasil produksi x nilai jual
    = 2000x Rp.5.000
= Rp.10.000.000
Keuntungan per bulan

Keuntungan         = penerimaan – ongkos produksi
    = Rp 17.000.000 – 14.903.333
    = Rp. 2.096.667
Pay back period

PBP             = total investasi : keuntungan
        = 29.000.000 : 2.096.667
        = 13,8 bulan
Produksi minuman serbuk instan dan lulur

Usaha pembuatan minuman serbuk instan dan lulur dilakukan dengan kapasitas produksi 10.000 kemasan/bulan dengan berat 20g/kemasan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan 20 g/kemasan plastik. Harga jual produk direncanakan serbuk minuman instan Rp 6000/5kemasan. Lulur Rp. 5.000/kemasan.
Biaya investasi
No
Investasi
Biaya

Sewa lahan untuk 5 tahun
5.000.000

Mesin pembuat minuman instan
20.000.000

Timbangan
4.000.000
Total Biaya
29.000.000
Total investasi untuk 5 tahun                    Rp. 29.000.000
Biaya operasional tiap bulan

Biaya tetap

Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 29.000.000 : 60                    Rp. 483.333
Biaya variable

No
Investasi
Biaya

Tepung maizena
500.000

Ayakan
400.000

Na benzoat
200.000

Anti cacking
400.000

Kertas label
600.000

Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
1.200.000

Biaya kemasan plastik 1 kg dan label 1000 @500
500.000
Total Biaya
3.800.000
Total biaya operasional per bulan        Rp. 4.283.333
Hasil Produksi

Hasil produksi    serbuk instan    = 1000 kemasan
Hasil produksi    lulur    = 1000 kemasan
Penerimaan

Penerimaan kotor serbuk instan    = hasil produksi x nilai jual
             = 1000x Rp.1.200
= Rp. 1.200.000
Penerimaan kotor lulur            = hasil produksi x nilai jual
             = 1000x Rp.5000
= Rp. 5.000.000
Keuntungan per bulan

Keuntungan         = penerimaan – ongkos produksi
    = Rp 6.200.000 – 4.283.333
    = Rp. 1.916.667
Pay back period

PBP             = total investasi : keuntungan
        = 29.000.000 : 1.916.667
        = 15 bulan
Produksi penenpungan garut dan ganyong

Usaha pembuatan penepungan garut dan ganyong dilakukan dengan kapasitas produksi 1000kg/bulan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan 1kg. Produksi per bulan 1000 kemasan plastik. Harga jual produk direncanakan Rp. 25.000 per kg. Harga es krim Rp. 4000/cup.
Biaya investasi

No
Investasi
Biaya

Sewa lahan untuk 5 tahun
5.000.000

Mesin hummer mill
10.000.000

Mesin pemotong ubi
19.250.000

Mesin es krim (pemutar es putar)
12.000.000
Total Biaya
46.250.000
Total investasi untuk 5 tahun                    Rp. 46.250.000
Biaya operasional tiap bulan

Biaya tetap

Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 46.250.000 : 60                    Rp. 770.833
Biaya variable
No
Investasi
Biaya

Ganyong segar 1000kg@3000
3.000.000

Garut segar 1000kg@3000
3.000.000

Tepung Ganyong 10kg
250.000

Garam
50.000

Es balok
100.000

Susu 10L
35.000

Gula 5 kg
50.000

Perisai
50.000

Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
1.200.000

Biaya kemasan plastik cup dan label 1000 @500
500.000
Total Biaya
8.235.000
Total biaya operasional per bulan        Rp. 9.005.833
Hasil Produksi

Hasil produksi    tepung ganyong dan garut    = @1000 kemasan/1 kg
Penerimaan

Penerimaan kotor tepung ganyong dan garut    = 2000×25.000
         =50.000.000
Penerimaan kotor es krim    = 200 cup x 4000
         = 800.000
Keuntungan per bulan

Keuntungan         = penerimaan – ongkos produksi
    = Rp 50.800.000 – 9.005.833
= Rp. 41.794.167
Pay back period

PBP             = total investasi : keuntungan
        = 46.250.000: 41.794.167
            = 1,1 bulan


sumber
http://lordbroken.wordpress.com/2011/05/08/analisa-bisnis-biofarmaka/

Jamu Tradisional Kaya Manfaat Peluangnya Melesat Hebat

Bagi masyarakat Indonesia, racikan jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya. Jika awalnya jamu tradisional hanya dijadikan sebagai ramuan obat, sekarang ini minuman tersebut telah diangkat kembali sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan omset besar bagi para pelakunya. Anda tertarik mencobanya?

Mengangkat kembali jamu tradisional menjadi minuman modern ternyata bisa memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku usaha. Sensasi kelezatan dan khasiat jamu tradisional khas Indonesia sampai saat ini masih sangat diminati masyarakat luas, sehingga peluang pasarnya pun semakin hari makin bersinar cerah. 

Konsumen 
Minuman tradisional ini disukai masyarakat dari kalangan bawah hingga masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya mereka memilih jamu tradisional sebagai minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya yang lezat, minuman tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen. Bahkan minuman tradisional ini aman dikonsumsi anak-anak, remaja, orang tua hingga lanjut usia. 

Info Bisnis 
Usaha minuman jamu tradisional belakangan ini memang semakin diminati pasar. Beberapa jenis jamu yang sering ditawarkan kepada konsumen antara lain kunir asem (kunyit asam), beras kencur, temulawak, wedang jahe, atau racikan wedang uwuh yang berisi aneka macam rempah khas Indonesia. Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar, sebagian pelaku usaha mulai berinovasi mengemas jamu tradisional dengan kemasan modern, seperti konsep yang diangkat Priyantoro warga Yogyakarta yang mengemas jamu menjadi soft drink, atau strategi Retnosyari Septiani yang mengemas wedang uwuh dengan tampilan yang lebih menarik.
Nah, sebelum menekuni bisnis jamu tradisional kaya manfaat peluangnya melesat hebat. Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, antara lain sebagai berikut :
  1. Hal yang paling penting adalah kemampuan Anda dalam meracik ramuan jamu. Sebisa mungkin tingkatkan pengetahuan dan pemahaman Anda mengenai aneka jamu tradisional beserta khasiatnya.
  2. Persiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi usaha, peralatan produksi, dan kemasan yang akan digunakan.
  3. Ciptakan inovasi baru untuk meningkatkan nilai jual jamu. Misalnya saja membuat jamu instan, mengemas jamu menjadi minuman soft drink, atau bisa juga menambahkan aneka macam toping yang sesuai.
  4. Berikut ini kami lampirkan salah satu cara sederhana untuk memproduksi jamu kunyit asam (kunir asem).
Cara Membuat Jamu Kunir Asem 

Bahan :
  • 1/2 Kg Kunyit
  • 1/4 Gula jawa
  • 1/2 Kg asam jawa
  • 2 Liter Air
  • Sepucuk Sendok teh garam
Cara Membuat :
  1. Bersihkan kunyit lalu diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil sari/airnya.
  2. Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil di aduk-aduk).
  3. Bila telah mendidih, angkat dan dinginkan.
  4. Jamu kunyit asem siap untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.

kunyit asem Kelebihan Bisnis
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.

Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.

Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.

Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi. 

Strategi Pemasaran 

Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba). 

Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Sewa tempat di depan minimarket (per bulan)      Rp   500.000,00
Membuat both jamu                                Rp 2.500.000,00
Pendaftaran produk ke BPOM                       Rp 1.000.000,00
Blender dan termos es batu                       Rp 1.000.000,00
Peralatan masak (kompor, panci, dll)             Rp   800.000,00
Banner menu dan merek produk                     Rp   500.000,00+
Total                                            Rp 6.300.000,00

Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
Both : 1/60 x Rp 2.500.000,00                    Rp  41.700,00
Blender dan termos es : 1/36 x Rp 1.000.000,00   Rp  27.800,00
Peralatan masak : 1/36 x Rp 800.000,00           Rp  22.300,00
Banner : 1/24 x Rp 500.000,00                    Rp  20.800,00+
Total                                            Rp 112.600,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku (jahe, temulawak, kunyit, asem, gula) Rp 6.000.000,00
Kemasan cup plastik dan sedotan                  Rp 1.500.000,00
Biaya sewa tempat                                Rp   500.000,00
Gaji satu orang pegawai                          Rp   800.000,00
Biaya listrik dan transport                      Rp   500.000,00
Biaya penyusutan alat                            Rp   112.600,00+
Total                                            Rp 9.412.600,00

Omset per bulan
Harga jual jamu tradisional @ Rp 5.000,00/cup.
Pendapatan rata-rata per bulan :
@ Rp 5.000,00 x 75 cup x 30 hari                 Rp 11.250.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 11.250.000,00 - Rp 9.412.600,00         =     Rp 1.837.400,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)       =     3,5 bulan

Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!




sumber
http://serambiusaha.blogspot.com/2011/11/jamu-tradisional-kaya-manfaat.html