Didalam buah buah alpukat terdapat kandungan zat-zat yang sangat berguna
bagi kesehatan manusia. Alpukat yang masuk dalam keluarga Lauraceae
ini, fungsinya tak sekadar sebagai pengenyang perut karena kandungan
lemak tak jenuhnya, tetapi juga sebagai antioksidan yang baik.
Buah
berbentuk oval ini juga mengandung vitamin E dan A dalam jumlah besar.
alpukat juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah
dengan kandungan flavonoid dan tanin. Dengan kadar yang besar, alpukat
dapat diandalkan sebagai penetral radikal bebas dan mengurangi
kerusakan sel dalam tubuh.
Pada umumnya buah alpukat hanya
dikonsumsi sebagai campuran dari minuman atau diolah menjadi kosmetik,
padahal ada nilai lebih jika diolah lagi menjadi suatu produk makanan
yang bisa dikonsumsi orang dimananpun mereka berada. Salah satunya
adalah dengan memanfaatkannya menjadi permen.
Hal diatas yang
mendasari dua mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY yaitu
Fransiscus Iwan Susilo dan Niken Istikhari Muslihah untuk melakukan
penelitian dengan judul Ekstrak Etanol Buah Alpukat (Persea Americana
Mill) Sebagai Bahan Dasar.
Iwan mengatakan, untuk pembuatan
ekstrak etanol buah alpukat yaitu buah alpukat sebanyak 500 gram
diblender hingga lembut kemudian ditambah dengan 1 liter etanol dan
mengaduk hingga homogen. Campuran tersebut didiamkan selama 4 hari dan
mengambil filtratnya. Filtrat dienapkan selama 1 hari dan menguapkan
pelarut dengan menggunakan vacuum rotary evaporator. Ekstrak yang
diperoleh dibuat variasi konsentrasi dengan pelarut akuades yaitu
sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100%. Variasi konsentrasi tersebut diuji
kadar antioksidannya.
“Dari hasil penelitian dapat diambil
kesimpulan yaitu kandungan antioksidan pada ekstrak etanol buah alpukat
adalah pada sampel A (konsentrasi 25%) diperoleh kadar antioksidan
rata-rata sebesar 8,63165%. Pada sampel B (konsentrasi 50%) diperoleh
kadar antioksidan rata-rata sebesar 10,93345%. Pada sampel C
(konsentrasi 75%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar
12,9795%. Pada sampel D (konsentrasi 100%) diperoleh kadar antioksidan
rata-rata sebesar 14,13035%,” lanjutnya.
Anggota tim, Niken
menjelaskan, proses pembuatan permen antioksidan dilakukan dengan cara
yaitu 200 mL ekstrak etanol dimasak hingga mendidih dan kemudian
ditambah dengan 50 mL air untuk menghilangkan etanol yang masih
tertinggal di dalam ekstrak tersebut. Kemudian ditambahkan dengan 100 g
gula dan 0,75 g glukosa. Dalam proses ini, dilakukan pengadukan hingga
mengental setelah mengental, adonan permen ditambahkan dengan 5 tetes
essen, kemudian dicetak. (uny.ac.id/ humasristek)
SELAMAT DATANG
bagi para pengunjung
Rabu, 14 November 2012
Selasa, 13 November 2012
PELUANG USAHA RACIKAN JAMU TRADISIONAL
Bagi masyarakat Indonesia, racikan
jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai
harganya. Jika awalnya jamu tradisional hanya dijadikan sebagai ramuan
obat, sekarang ini minuman tersebut telah diangkat kembali sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan omset besar bagi para pelakunya. Anda tertarik mencobanya?
Bahan :
Kelebihan Bisnis
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.
Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.
Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.
Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi.
Strategi Pemasaran
Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.
Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba).
Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.
Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!
sumber
Mengangkat kembali jamu
tradisional menjadi minuman modern ternyata bisa memberikan keuntungan
yang cukup besar bagi pelaku usaha. Sensasi kelezatan dan khasiat jamu
tradisional khas Indonesia sampai saat ini masih sangat diminati
masyarakat luas, sehingga peluang pasarnya pun semakin hari makin
bersinar cerah.
Konsumen
Minuman
tradisional ini disukai masyarakat dari kalangan bawah hingga
masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun memiliki alasan
tersendiri hingga akhirnya mereka memilih jamu tradisional sebagai
minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya yang lezat,
minuman tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen.
Bahkan minuman tradisional ini aman dikonsumsi anak-anak, remaja,
orang tua hingga lanjut usia.
Info Bisnis
Usaha
minuman jamu tradisional belakangan ini memang semakin diminati pasar.
Beberapa jenis jamu yang sering ditawarkan kepada konsumen antara lain
kunir asem (kunyit asam), beras kencur, temulawak, wedang jahe, atau
racikan wedang uwuh yang berisi aneka macam rempah khas Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar, sebagian pelaku usaha
mulai berinovasi mengemas jamu tradisional dengan kemasan modern,
seperti konsep yang diangkat Priyantoro warga Yogyakarta yang mengemas
jamu menjadi soft drink, atau strategi Retnosyari Septiani yang
mengemas wedang uwuh dengan tampilan yang lebih menarik.
Nah, sebelum menekuni bisnis jamu tradisional kaya manfaat peluangnya melesat hebat. Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, antara lain sebagai berikut :
- Hal yang paling penting adalah kemampuan Anda dalam meracik ramuan jamu. Sebisa mungkin tingkatkan pengetahuan dan pemahaman Anda mengenai aneka jamu tradisional beserta khasiatnya.
- Persiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi usaha, peralatan produksi, dan kemasan yang akan digunakan.
- Ciptakan inovasi baru untuk meningkatkan nilai jual jamu. Misalnya saja membuat jamu instan, mengemas jamu menjadi minuman soft drink, atau bisa juga menambahkan aneka macam toping yang sesuai.
- Berikut ini kami lampirkan salah satu cara sederhana untuk memproduksi jamu kunyit asam (kunir asem).
Cara Membuat Jamu Kunir Asem
Bahan :
- 1/2 Kg Kunyit
- 1/4 Gula jawa
- 1/2 Kg asam jawa
- 2 Liter Air
- Sepucuk Sendok teh garam
- Bersihkan kunyit lalu diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil sari/airnya.
- Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil di aduk-aduk).
- Bila telah mendidih, angkat dan dinginkan.
- Jamu kunyit asem siap untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.
Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.
Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.
Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi.
Strategi Pemasaran
Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.
Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba).
Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Sewa tempat di depan minimarket (per bulan) Rp 500.000,00
Membuat both jamu Rp 2.500.000,00
Pendaftaran produk ke BPOM Rp 1.000.000,00
Blender dan termos es batu Rp 1.000.000,00
Peralatan masak (kompor, panci, dll) Rp 800.000,00
Banner menu dan merek produk Rp 500.000,00+
Total Rp 6.300.000,00
Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
Both : 1/60 x Rp 2.500.000,00 Rp 41.700,00
Blender dan termos es : 1/36 x Rp 1.000.000,00 Rp 27.800,00
Peralatan masak : 1/36 x Rp 800.000,00 Rp 22.300,00
Banner : 1/24 x Rp 500.000,00 Rp 20.800,00+
Total Rp 112.600,00
Biaya operasional per bulan
Bahan baku (jahe, temulawak, kunyit, asem, gula) Rp 6.000.000,00
Kemasan cup plastik dan sedotan Rp 1.500.000,00
Biaya sewa tempat Rp 500.000,00
Gaji satu orang pegawai Rp 800.000,00
Biaya listrik dan transport Rp 500.000,00
Biaya penyusutan alat Rp 112.600,00+
Total Rp 9.412.600,00
Omset per bulan
Harga jual jamu tradisional @ Rp 5.000,00/cup.
Pendapatan rata-rata per bulan :
@ Rp 5.000,00 x 75 cup x 30 hari Rp 11.250.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 11.250.000,00 - Rp 9.412.600,00 = Rp 1.837.400,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = 3,5 bulan
Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!
sumber
ANALISA BISNIS BIOFARMAKA
ANALISA BISNIS BIOFARMAKA
Produksi Simplisia berbasis tanaman obat lokal
Usaha pembuatan
simplisia dilakukan dengan kapasitas produksi 1000 kg bahan segar
/bulan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5
tahun. Produk dijual dalam bentuk kemasan plastik 1 kg kedap udara untuk
konsumsi rumah tangga dan kemasan 10 kg untuk konsumsi Industri Obat
Tradisional (IOT) dan Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT).
Berdasarkan perhitungan adanya penyusutan bahan menjadi simplisia maka 1
bulan akan mendapatkan 300 kg bahan kering. Harga jual produk simplisia
jahe Rp. 12.500 per kg, kencur dan temulawak Rp. 25.000, purwoceng
direncanakan Rp. 50.000 per kg
Biaya investasi
|
No
|
Investasi
|
Biaya
|
|
Sewa lahan untuk 5 tahun
|
10.000.000
|
|
|
Mesin Pengering multiguna
|
31.500.000
|
|
|
Timbangan digital
|
3.000.000
|
|
|
Timbangan besar 100kg
|
1.000.000
|
|
|
Automatic vacuum packager
|
30.000.000
|
|
|
Total Biaya
|
72.790.000
|
|
Total investasi untuk 5 tahun Rp. 72.790.000
Biaya operasional tiap bulanBiaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 72.790.000 : 60 Rp. 1.213.166
Biaya variable| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Temulawak segar 1000kg @Rp.1.800
|
1.800.000
|
|
|
Jahe segar 1000kg @Rp.5000
|
5.000.000
|
|
|
Kencur 1000kg @Rp. 2000
|
2.000.000
|
|
|
Purwoceng 1000kg @15.000
|
1.500.000
|
|
|
Biaya listrik
|
500.000
|
|
|
Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
|
1.200.000
|
|
|
Biaya kemasan plastik 1 kg, 10 kg dan label 1000 @500
|
500.000
|
|
| Total Biaya |
12.500.000
|
|
Hasil Produksi
Hasil produksi simplisia = jumlah bahan baku yang mengalami penyusutan x hasil
= 150 kg x 1 kg kemasan plastik
= 150 kemasan (@1kg)
Hasil produksi simplisia = jumlah bahan baku yang mengalami penyusutan x hasil
= 150 kg x per 10 kg kemasan plastiK
= 15 kemasan
Penerimaan
Penerimaan kotor simplisia jahe = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg) = 150 kemasan x Rp.12.500
= Rp.1.875.000
Penerimaan kotor simplisia jahe = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg) = 15 kemasan x Rp.125.000
= Rp.1.875.000
Penerimaan kotor simplisia temulawak = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg) = 150 x Rp.25.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia temulawak = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg) = 15 x Rp..250.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia kunir = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 1 kg) = 150 x Rp.25.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia kunir = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg) = 15 x Rp..250.000
= Rp. 3.750.000
Penerimaan kotor simplisia purwoceng = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg = 150 x Rp.50.000
= Rp. 7.500.000
Penerimaan kotor simplisia purwoceng = hasil produksi x nilai jual
(kemasan 10 kg) = 15 x Rp. 500.000
= Rp. 7.500.000
Keuntungan per bulan
Keuntungan = penerimaan – ongkos produksi
= Rp 33.750.000 – 13.713.166
= Rp. 20.036.834
Pay back periodPBP = total investasi : keuntungan
= 72.790.000 : 20.036.834
=3,6 bulan
Produksi Jamu dengan Teknologi Kapsulasi dan Tableting
Usaha pembuatan jamu dilakukan dengan
kapasitas produksi 10.000 kapsul/bulan dan 10.000 tablet/bulan. Bahan
yang digunakan adalah purwoceng, keladi tikus, pegagan. Alat yang
diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual
dalam kemasan botol dengan isi 15 kapsul/botol. Produksi per bulan 666
botol. Harga jual produk kapsul 40.000/botol dan tablet direncanakan Rp.
60.000 per botol.
Biaya investasi
| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Sewa lahan untuk 5 tahun
|
10.000.000
|
|
|
Tablet presses
|
100.000.000
|
|
|
Dry granulator
|
40.000.000
|
|
|
Hardness dan diameter tablet tester
|
150.000.000
|
|
|
Tapped density
|
99.000.000
|
|
|
Friability tester
|
55.000.000
|
|
|
Dissolution tester
|
260.000.000
|
|
|
Disintegration tester
|
145.000.000
|
|
|
Coating pan
|
30.000.000
|
|
|
Genset
|
75.000.000
|
|
|
AC
|
4.000.000
|
|
|
Mesin cetak tablet single punch
|
40.000.000
|
|
|
Rotary evaporator
|
50.000.000
|
|
| Total Biaya |
72.790.000
|
|
Total investasi untuk 5 tahun Rp. 608.000.000
Biaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 608.000.000 : 60 Rp. 10.330.000
Biaya variable
| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Purwoceng ekstrak 100kg @Rp.60.000
|
6.000.000
|
|
|
Buah naga ekstrak 100Kg@30.000
|
3.000.000
|
|
|
Pegagan ekstrak 100kg@10.000
|
1.000.000
|
|
|
Amprotab 10 kg@50.000
|
500.000
|
|
|
Avicel 10kg@50.000
|
500.000
|
|
|
Amilum50 kg@5.000
|
250.000
|
|
|
Laktosa 50kg@3.000
|
150.000
|
|
|
Biaya listrik
|
1.000.000
|
|
|
Upah tenaga kerja 7 orang @Rp.600.000/bln
|
42.000.000
|
|
|
Botol kosong dan label 100 buah@1000
|
100.000
|
|
|
Cangkang kapsul 10.000buah
|
400.000
|
|
| Total Biaya |
54.900.000
|
|
Total biaya operasional per bulan Rp.65.230.000
Hasil Produksi
Hasil produksi kapsul = bahan baku x perkiraan hasil
= 10.000 kapsul x 15/botol
= 666 botol x 3 bahan
= 1999 botol
Hasil produksi tablet = bahan baku x perkiraan hasil
= 10.000 kapsul x 20/botol
= 666 botol x 3 bahan
= 1999 botol
Penerimaan
Penerimaan kotor kapsul= hasil produksi x nilai jual
= 1999x Rp.40.000= Rp.79.960.000
Penerimaan kotor tablet= hasil produksi x nilai jual
= 1999xp.60.000= Rp. 119.940.000
Keuntungan per bulan
Keuntungan = penerimaan – ongkos produksi
= Rp 199.900.000 – 65.230.000
= Rp. 134.670.000
Pay back periodPBP = total investasi : keuntungan
= 608.000.000 : 134.670.000
= 4,5 bulan
Produksi Sabun dan Lilin Aromaterapi
Usaha pembuatan sabun dan lilin aromaterapi
dilakukan dengan kapasitas produksi masing-masing 500 buah/hari. Alat
yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk
dijual dalam kemasan dan lilin dalam botol kaca. Produksi per bulan
masing-masing 1500 buah. Harga jual produk direncanakan Rp 3000/buah
untuk sabun dan lilin 2500/buah.
|
No
|
Investasi
|
Biaya
|
|
Sewa lahan untuk 5 tahun
|
5.000.000
|
|
|
Destilator
|
20.000.000
|
|
|
Timbangan
|
4.000.000
|
|
|
Total Biaya
|
29.000.000
|
|
Total investasi untuk 5 tahun Rp. 29.000.000
Biaya operasional tiap bulan
Biaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 29.000.000 : 60 Rp. 483.333
Biaya variable
| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Bunga melati 20kg @50.000
|
1.000.000
|
|
|
Bunga cengkeh 10 kg @80.000
|
800.000
|
|
|
Sereh 15 kg @10.000
|
150.000
|
|
|
Daun jeruk 15 kg @8000
|
120.000
|
|
|
Pencetak lilin 2000buah
|
4.000.000
|
|
|
Kemasan sabun 2000 buah
|
750.000
|
|
|
Surfaktan
|
500.000
|
|
|
Larutan caustik soda
|
700.000
|
|
|
Susu murni
|
600.000
|
|
|
Minyak kelapa
|
300.000
|
|
|
Lemak sapi cair
|
400.000
|
|
|
Parafin wax
|
500.000
|
|
|
Glitter wax
|
300.000
|
|
|
Pewarna
|
100.000
|
|
|
Kertas label
|
1.000.000
|
|
|
Botol kaca
|
1.500.000
|
|
|
Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
|
1.200.000
|
|
|
Biaya kemasan plastik 1 kg dan label 1000 @500
|
500.000
|
|
| Total Biaya |
14.420.000
|
|
Total biaya operasional per bulan Rp. 14.903.333
Hasil Produksi
Hasil produksi lilin = 2000 botol kaca
Hasil produksi sabun = 2000 buah
Penerimaan
Penerimaan kotor lilin = hasil produksi x nilai jual
= 2000x Rp.3.500= Rp. 7.000.000
Penerimaan kotor sabun = hasil produksi x nilai jual
= 2000x Rp.5.000= Rp.10.000.000
Keuntungan per bulan
Keuntungan = penerimaan – ongkos produksi
= Rp 17.000.000 – 14.903.333
= Rp. 2.096.667
Pay back periodPBP = total investasi : keuntungan
= 29.000.000 : 2.096.667
= 13,8 bulan
Produksi minuman serbuk instan dan lulur
Usaha pembuatan minuman
serbuk instan dan lulur dilakukan dengan kapasitas produksi 10.000
kemasan/bulan dengan berat 20g/kemasan. Alat yang diinvestasikan
diasumsikan dapat digunakan selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan
20 g/kemasan plastik. Harga jual produk direncanakan serbuk minuman
instan Rp 6000/5kemasan. Lulur Rp. 5.000/kemasan.
Biaya investasi
|
No
|
Investasi
|
Biaya
|
|
Sewa lahan untuk 5 tahun
|
5.000.000
|
|
|
Mesin pembuat minuman instan
|
20.000.000
|
|
|
Timbangan
|
4.000.000
|
|
|
Total Biaya
|
29.000.000
|
|
Total investasi untuk 5 tahun Rp. 29.000.000
Biaya operasional tiap bulanBiaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 29.000.000 : 60 Rp. 483.333
Biaya variable| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Tepung maizena
|
500.000
|
|
|
Ayakan
|
400.000
|
|
|
Na benzoat
|
200.000
|
|
|
Anti cacking
|
400.000
|
|
|
Kertas label
|
600.000
|
|
|
Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
|
1.200.000
|
|
|
Biaya kemasan plastik 1 kg dan label 1000 @500
|
500.000
|
|
| Total Biaya |
3.800.000
|
|
Total biaya operasional per bulan Rp. 4.283.333
Hasil Produksi
Hasil produksi serbuk instan = 1000 kemasan
Hasil produksi lulur = 1000 kemasan
Penerimaan
Penerimaan kotor serbuk instan = hasil produksi x nilai jual
= 1000x Rp.1.200= Rp. 1.200.000
Penerimaan kotor lulur = hasil produksi x nilai jual
= 1000x Rp.5000= Rp. 5.000.000
Keuntungan per bulan
Keuntungan = penerimaan – ongkos produksi
= Rp 6.200.000 – 4.283.333
= Rp. 1.916.667
Pay back periodPBP = total investasi : keuntungan
= 29.000.000 : 1.916.667
= 15 bulan
Produksi penenpungan garut dan ganyong
Usaha pembuatan
penepungan garut dan ganyong dilakukan dengan kapasitas produksi
1000kg/bulan. Alat yang diinvestasikan diasumsikan dapat digunakan
selama 5 tahun. Produk dijual dalam kemasan 1kg. Produksi per bulan 1000
kemasan plastik. Harga jual produk direncanakan Rp. 25.000 per kg.
Harga es krim Rp. 4000/cup.
Biaya investasi|
No
|
Investasi
|
Biaya
|
|
Sewa lahan untuk 5 tahun
|
5.000.000
|
|
|
Mesin hummer mill
|
10.000.000
|
|
|
Mesin pemotong ubi
|
19.250.000
|
|
|
Mesin es krim (pemutar es putar)
|
12.000.000
|
|
|
Total Biaya
|
46.250.000
|
|
Total investasi untuk 5 tahun Rp. 46.250.000
Biaya tetap
Penyusutan nilai investasi tiap siklus usaha
sebesar Rp. 46.250.000 : 60 Rp. 770.833
Biaya variable
| No |
Investasi
|
Biaya
|
|
Ganyong segar 1000kg@3000
|
3.000.000
|
|
|
Garut segar 1000kg@3000
|
3.000.000
|
|
|
Tepung Ganyong 10kg
|
250.000
|
|
|
Garam
|
50.000
|
|
|
Es balok
|
100.000
|
|
|
Susu 10L
|
35.000
|
|
|
Gula 5 kg
|
50.000
|
|
|
Perisai
|
50.000
|
|
|
Upah tenaga kerja 2 orang @Rp.600.000/bln
|
1.200.000
|
|
|
Biaya kemasan plastik cup dan label 1000 @500
|
500.000
|
|
| Total Biaya |
8.235.000
|
|
Total biaya operasional per bulan Rp. 9.005.833
Hasil Produksi
Hasil produksi tepung ganyong dan garut = @1000 kemasan/1 kg
Penerimaan
Penerimaan kotor tepung ganyong dan garut = 2000×25.000
=50.000.000
Penerimaan kotor es krim = 200 cup x 4000
= 800.000
Keuntungan per bulan
Keuntungan = penerimaan – ongkos produksi
= Rp 50.800.000 – 9.005.833
= Rp. 41.794.167
Pay back periodPBP = total investasi : keuntungan
= 46.250.000: 41.794.167
= 1,1 bulansumber
http://lordbroken.wordpress.com/2011/05/08/analisa-bisnis-biofarmaka/
Jamu Tradisional Kaya Manfaat Peluangnya Melesat Hebat
Bagi masyarakat Indonesia, racikan
jamu tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai
harganya. Jika awalnya jamu tradisional hanya dijadikan sebagai ramuan
obat, sekarang ini minuman tersebut telah diangkat kembali sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan omset besar bagi para pelakunya. Anda tertarik mencobanya?
Bahan :
Kelebihan Bisnis
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.
Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.
Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.
Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi.
Strategi Pemasaran
Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.
Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba).
Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.
Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!
sumber
http://serambiusaha.blogspot.com/2011/11/jamu-tradisional-kaya-manfaat.html
Mengangkat kembali jamu
tradisional menjadi minuman modern ternyata bisa memberikan keuntungan
yang cukup besar bagi pelaku usaha. Sensasi kelezatan dan khasiat jamu
tradisional khas Indonesia sampai saat ini masih sangat diminati
masyarakat luas, sehingga peluang pasarnya pun semakin hari makin
bersinar cerah.
Konsumen
Minuman
tradisional ini disukai masyarakat dari kalangan bawah hingga
masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun memiliki alasan
tersendiri hingga akhirnya mereka memilih jamu tradisional sebagai
minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya yang lezat,
minuman tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen.
Bahkan minuman tradisional ini aman dikonsumsi anak-anak, remaja,
orang tua hingga lanjut usia.
Info Bisnis
Usaha
minuman jamu tradisional belakangan ini memang semakin diminati pasar.
Beberapa jenis jamu yang sering ditawarkan kepada konsumen antara lain
kunir asem (kunyit asam), beras kencur, temulawak, wedang jahe, atau
racikan wedang uwuh yang berisi aneka macam rempah khas Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya persaingan pasar, sebagian pelaku usaha
mulai berinovasi mengemas jamu tradisional dengan kemasan modern,
seperti konsep yang diangkat Priyantoro warga Yogyakarta yang mengemas
jamu menjadi soft drink, atau strategi Retnosyari Septiani yang
mengemas wedang uwuh dengan tampilan yang lebih menarik.
Nah, sebelum menekuni bisnis jamu tradisional kaya manfaat peluangnya melesat hebat. Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, antara lain sebagai berikut :
- Hal yang paling penting adalah kemampuan Anda dalam meracik ramuan jamu. Sebisa mungkin tingkatkan pengetahuan dan pemahaman Anda mengenai aneka jamu tradisional beserta khasiatnya.
- Persiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi usaha, peralatan produksi, dan kemasan yang akan digunakan.
- Ciptakan inovasi baru untuk meningkatkan nilai jual jamu. Misalnya saja membuat jamu instan, mengemas jamu menjadi minuman soft drink, atau bisa juga menambahkan aneka macam toping yang sesuai.
- Berikut ini kami lampirkan salah satu cara sederhana untuk memproduksi jamu kunyit asam (kunir asem).
Cara Membuat Jamu Kunir Asem
Bahan :
- 1/2 Kg Kunyit
- 1/4 Gula jawa
- 1/2 Kg asam jawa
- 2 Liter Air
- Sepucuk Sendok teh garam
- Bersihkan kunyit lalu diparut atau blender. Kemudian kunyit yang telah halus di saring dan diambil sari/airnya.
- Rebus air perasan kunyit dengan menambahkan asam, gula dan garam sampai campuran benar-benar mendidih (sambil di aduk-aduk).
- Bila telah mendidih, angkat dan dinginkan.
- Jamu kunyit asem siap untuk diminum, bisa juga ditambahkan es batu.
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini masih punya pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam makanan dan minuman tradisional belakangan ini memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Bahkan sekarang ini pemasaran jamu tradisional berhasil masuk ke supermarket dan mall-mal besar, tentunya setelah diinovasikan dengan bentuk dan kemasan yang modern.
Selain peluang pasarnya yang masih besar, memulai bisnis jamu tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda miliki dan membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis (misalnya saja di pinggir jalan, atau memanfaatkan teras rumah Anda sebagai lokasi usaha) atau bisa juga memasarkannya secara keliling dengan menggunakan both/gerobak yang menarik.
Kekurangan Bisnis
Ketika ada kelebihan bisnis, pastinya selalu diikuti dengan kekurangan bisnis pula. Beberapa kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut memberikan dampak negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian konsumen mulai ragu untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga keaslian produk Anda, dan berikan cita rasa yang benar-benar lezat dan berkhasiat.
Kendala lainnya yang sering dihadapi pengusaha jamu adalah persediaan rempah-rempah yang kurang stabil. Stok tanaman rempah-rempah ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran mulai menipis, harga jualnya cenderung akan naik. Sehingga para pengusaha jamu harus pintar-pintar menjalin kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, agar stok bahan baku bisa terus terjaga dan mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi.
Strategi Pemasaran
Untuk mendukung pemasaran produk jamu yang Anda buat, bisa dilakukan dengan menciptakan kemasan yang menarik. Misalnya saja mengemasnya menggunakan botol beraneka ukuran, kaleng minuman, atau menggunakan kemasan plastik untuk produk jamu instan. Selain menawarkannya dengan kemasan yang menarik, Anda perlu melampirkan merek yang unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari BPOM, sertifikasi halal dari MUI atau minimal mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan setempat. Hal ini penting agar konsumen Anda percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab, sekarang ini banyak produk jamu tradisional ilegal yang beredar dipasaran.
Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu mengikuti berbagai event pameran untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai. Strategi ini cukup efektif untuk menjaring calon konsumen dan partner kerja baru di berbagai daerah. Bila bisnis Anda sudah mulai berkembang pesat, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan ekspansi pasar dengan menawarkannya menjadi peluang bisnis kemitraan (waralaba).
Kunci sukses
Dalam menjalankan bisnis jamu tradisional, yang terpenting adalah modifikasi produk dan strategi pemasaran yang cukup aktif. Dalam hal ini Anda bisa mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern dengan kemasan siap minum, serta memasarkannya dari mulai berjualan keliling menggunakan both, menitipkannya di beberapa minimarket dan swalayan, atau membuka gerai-gerai kecil di pinggiran jalan atau di depan pusat perbelanjaan. Semakin berkualitas produk yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula minat konsumen untuk menikmati jamu tradisional yang Anda ciptakan.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Sewa tempat di depan minimarket (per bulan) Rp 500.000,00
Membuat both jamu Rp 2.500.000,00
Pendaftaran produk ke BPOM Rp 1.000.000,00
Blender dan termos es batu Rp 1.000.000,00
Peralatan masak (kompor, panci, dll) Rp 800.000,00
Banner menu dan merek produk Rp 500.000,00+
Total Rp 6.300.000,00
Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
Both : 1/60 x Rp 2.500.000,00 Rp 41.700,00
Blender dan termos es : 1/36 x Rp 1.000.000,00 Rp 27.800,00
Peralatan masak : 1/36 x Rp 800.000,00 Rp 22.300,00
Banner : 1/24 x Rp 500.000,00 Rp 20.800,00+
Total Rp 112.600,00
Biaya operasional per bulan
Bahan baku (jahe, temulawak, kunyit, asem, gula) Rp 6.000.000,00
Kemasan cup plastik dan sedotan Rp 1.500.000,00
Biaya sewa tempat Rp 500.000,00
Gaji satu orang pegawai Rp 800.000,00
Biaya listrik dan transport Rp 500.000,00
Biaya penyusutan alat Rp 112.600,00+
Total Rp 9.412.600,00
Omset per bulan
Harga jual jamu tradisional @ Rp 5.000,00/cup.
Pendapatan rata-rata per bulan :
@ Rp 5.000,00 x 75 cup x 30 hari Rp 11.250.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 11.250.000,00 - Rp 9.412.600,00 = Rp 1.837.400,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = 3,5 bulan
Dengan mengangkat jamu tradisional menjadi minuman modern, Anda tidak hanya ikut melestarikan budaya lokal namun juga menciptakan peluang usaha baru untuk mendatangkan untung besar yang tidak kalah sensasional. Teruslah berkarya, jangan pernah takut untuk mencoba, dan salam sukses!!!
sumber
http://serambiusaha.blogspot.com/2011/11/jamu-tradisional-kaya-manfaat.html
Langganan:
Postingan (Atom)